Thursday, June 25, 2020

Part 1 - Balada kaos kaki

Di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, banyak orang menggunakan jasa  ART, or jasa bersih-bersih harian. Jasa tersebut jadi jalan keluar terbaik untuk karyawan, untuk entrepreneur, yang sudah seharian sibuk di luar, pulang macet-macetan, sampai di rumah terlalu lelah bahkan untuk mikir harus bebenahan.


Dengan mudah pekerjaan bersih-bersih di rumahku juga terselesaikan dengan menggunakan jasa mereka. Mereka bantu nyapu, ngepel, lap kaca dan permukaan meja, dll. Aku hanya tinggal merapikan barang-barang supaya tidak terlihat berserakan di meja or di lantai. Gampang dan cepat, tinggal susun rapi barang-barang yang ada di atas meja dan memasukkan barang-barang ke lemari, or laci terdekat.


Laci-laci yang penuh selipan


Setelah selesai rapi-rapi



Ok, fine. Maybe it’s not the best solution. Dan dalam beberapa hari pun, akan berserakan lagi. Tapi mayan lah, kalo pas ada tamu datang ke rumah. Yang penting bersih, mereka kan ga bakal gragasan buka-buka laci. Hehe. 


Tentu saja lama-lama lemarinya pun penuh, so aku beli laci atau kotak cantik untuk tempat penyimpanan. Dan beberapa kali dalam setahun aku berusaha declutter (bahasa kekinian bebenahan kayaknya nih). 


Hari Senin sampai Jumat sibuk dengan pekerjaan dan semua kegiatan lain, Sabtu Minggu, biasanya dihabiskan dengan bersantai di rumah sambil nonton, or baca buku or tidur seharian (the best). 

Sabtu minggu kali ini dihabiskan dengan kegiatan memilah barang-barang, mana yang dibuang, mana yang disumbangkan, mana yang dijual, dipisahkan dibeberapa kotak ditaruh sementara di kamar tamu slash ruang kerja slash gudang, dan dirapikan kembali sisanya, dimasukkan ke kotak or lemari terdekat. 


Di satu sudut kamar tamu slash gudang slash ruang kerja

Dan ku lanjutkan hidupku, kerja seharian, pulang ke rumah, panggil jasa bersih-bersih kalau sudah kotor dan berantakkan


Tahun demi tahun berlalu, kegiatan de-clutter masih kulakukan. Banyak buku tentang “organizing your stuff”, “how to be a minimalist” kubaca, YouTube tentang decluttering (cara bebenahan) ditonton. Akan tetapi lemari, laci, dan kotak-kotak barang tetap semakin banyak. Karena pada kenyataannya, barang yang ingin disumbangkan dan dijual aja masih bertumpuk, tak tersentuh.

Inget laci di atas? sekarang posisinya sudah digantikan dengan rak besi, bisa simpan barang lebih banyak.

Tetapi rumah masih terlihat "bersih", karena semua tersimpan tersembunyi.

Rak baru, untuk kotak-kotak tambahan

Tambah rak = tambah barang

Tetap ku lanjutkan hidupku, kerja seharian, pulang ke rumah, panggil jasa bersih-bersih kalau sudah kotor dan berantakkan




Kaos kaki


Tiap kali mau pakai kaos kaki, harus cari dulu, harus ngubeg aka ngacak-ngacak lemari baju or laci or tas laundry. 

Lebih rusuh lagi kalo pas butuh beberapa kaos kaki sekaligus untuk dibawa travel, kamar uda kayak abis perang dunia kedua, semua diacak-acak. Sering banget berakhir dengan beli kaos kaki lagi, tapi entah kenapa tetep aja berakhir dengan yg uda butut, yang kendor bahkan yang bolong or beda pasangan, karena yang baru lenyap entah kemana. 


Kesel akutu, kalo lagi jalan-jalan, harus berhenti beberapa kali karena kaos kaki merosot ke bawah, dan  nyangkut di telapak kaki.


Ga nyaman banget jalan-jalan di mall sambil sebentar-sebentar korek-korek sepatu benerin kaos kaki. 

Ga pede banget travelling bawa kaos kaki butut hanya karena aku gatau taro kaos kaki di mana aja. 


So disuatu weekend, seperti biasa ku bongkar semua barang dan bebenahan dimulailah. Tapi kali ini dengan 1 misi yang berbeda. Setiap kaos kaki yg kutemukan, kukumpulkan disatu tempat. Dari lemari baju, lemari sepatu, kotak-kotak, dan dari laci-laci lainnya.

Hasilnya mencengangkan.

 

Setelah membuang yang sudah butut dan memisahkan kaos kaki yang hanya tinggal sebelahpun, masih terkumpul lebih dari 50 pasang kaos kaki yg masih bisa digunakan, OMG, gila pake banget. Beberapa diantaranya masih baru pula, gila pake banget banget. 


Beda-beda tipe sih, ada yang tebal, tipis, compression socks, yang berbulu dan soft buat bobo, buat olahraga, buat sehari2 (ankle length). Yes, tetep ini masi banyak banget, tapi setidaknya sekarang aku tau, bisa irit uang karena ga perlu beli kaos kaki sampai ribuan tahun, ok lebay, 5 tahun perhaps?. Anyway.. ini bahagia banget lho rasanya. 

Untuk 5 tahun ke depan


So namanya manusia ya, kalo uda ngerasain bahagia, pasti nagih. Diweekend itu aku ga berhenti sampai situ, mulai kukelompokkan barangku yang lain-lain, dan masing-masing aku “rumahkan” disatu tempat yang sama.

Sama seperti kaos kaki, setiap barang yang dikumpulkan dengan kawanannya, selalu mencengangkan hasilnya, jumlahnya lebih banyak dari yang kuduga.


Lalu .. aku mulai mikir, kalau setiap tipe barang harus kurumahkan, berarti harus beli laci dan lemari lagi untuk menciptakan makin banyak “rumah” buat barang-barang itu.

Terus, kalo rumahku jadi rumah barang-barang, aku tinggal di mana?


Bersambung...


No comments:

Post a Comment